Tampilkan postingan dengan label PTK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Februari 2011

Meningkatkan Keterampilan Mendengar

ABSTRAK

Meningkatkan Keterampilan Mendengar dengan Menggunakan
Metode Total Physical Respond Pada SMP Negeri 1 Simpang
Kecamatan Simpang OKU Selatan
Tahun Ajaran 2006/2007

Kebanyakan siswa mempunyai kesulitan dan bermasalah di dalam mempelajari Bahasa Inggris khususnya di dalam mendengarkan, terkadang mereka tampak bingung ketika pembicara mengatakan sesuatu. Mereka tidak respond dan tanggap terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara sehingga mereka tidak dapat mengekspresikan dan menginterprestasikan sesuatu walaupun di dalam Bahasa Inggris yang sangat sederhana.
Berdasarkan penjelasan di atas penulis memfokuskan penelitian di “Listening Skill” (kemampuan mendengar) dengan menggunakan metode (TPR) Total Physical Respond untuk mengatasi masalah ini maka penulis mencoba untuk menggunakan metode TPR karena kebanyakan siswa menyukai cara pembelajaran yang membuatnya lebih menyenangkan, di sini penulis memilih (TPR) Total Physical Respond sebagai metode untuk meningkatkan kemampuan mendengar pada siswa.

Minggu, 02 Januari 2011

PTK

UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN SISWA
TERHADAP KOMPETENSI DASAR MENULIS PETUNJUK MELAKUKAN SESUATU DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
MELALUI PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE
DI KELAS VIII.1 SMP NEGERI 1 SIMPANG


  1. Deskripsi Masalah
Nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Simpang dalam materi Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu belum mencapai ketuntasan belajar. Lebih dari 40% siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Simpang tahun pelajaran 2007/2008 belum mampu menyusun petunjuk melakukan sesuatu secara baik. Nilai yang mereka peroleh dalam materi tersebut belum memenuhi standar ketuntasan belajar.
Maslah tersebut mungkin disebabkan: (1) minat belajar peserta didik yang rendah, (2) pemahan peserta didik terhadap Kompetensi Dasar Menulis Petunjuk dan daya nalar peserta didik yang masih rendah.
Apabila masalah ini tidak segera dicarikan solusinya, siswa terus mengalami kesulitan untuk mencapai ketuntasan belajar, baik secara individual maupun klasikal. Untuk mengetahui penyebab utama masalah tersebut penulis memberikan angket kepada sejumlah siswa yang hasilnya adalah 80% siswa menghendaki suasana  pembelajaran yang menarik dan melibatkan penalaran siswa. Oleh karena itu, model pembelajran picture and picture menjadi fokus penelitian ini.